Mei 03, 2012

Josep Guardiola: Akhir Era Sang Legenda


Guardiola tak hanya menyumbangkan begitu banyak trofi. Lebih dari itu, ia adalah penyempurna Barca. Akhirnya, Josep "Pep" Guardiola mengatakannya juga, "Pada musim gugur lalu, saya mengumumkan kepada presiden dan direktur sepakbola bahwa ini adalah akhir dari era saya di Barca, tetapi saya tidak bisa mengatakannya kepada para pemain, karena itu akan membuat situasinya rumit. Sekarang kami telah keluar dari dua kompetisi, ini waktu yang tepat untuk mengumumkannya."
Jumat kemarin (27/4), Pep Guardiola akhirnya mengumumkan keputusannya untuk tidak memperpanjang kontraknya dan mengakhiri empat tahun penuh kesuksesan yang luar biasa di Barcelona. Barcelona pun akan kehilangan sosok yang membawa mereka disebut sebagai "tim terbaik di dunia saat ini", "tim terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepakbola", "tim dengan permainan terindah yang pernah ada", hingga julukan yang kami berikan untuk mereka: "The Aliens", setelah musim ini berakhir. Dan rasanya, merupakan hal yang wajar apabila keputusan Guardiola ini akhirnya menimbulkan gelombang kesedihan yang hebat yang tak hanya dirasakan oleh para pemain, tetapi juga para fans Barcelona, dan pecinta sepakbola yang menikmati permainan mereka.

Guardiola memberikan segunung trofi bagi Blaugrana dalam hanya waktu empat tahun. Total, 13 trofi sudah diberikan olehnya untuk Barca dalam rentang waktu tersebut. Dua gelar Liga Champions, tiga gelar La Liga, satu Copa del Rey, tiga Supercopa de Espana, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antar Klub merupakan barisan trofi yang ia berikan hingga saat ini.

Pep & Tito
Dan jumlah itu pun berpeluang bertambah jika ia berhasil menutup karir kepelatihannya di Barca dengan memberikan gelar Copa del Rey 2012 pada Mei ini.

Raihan trofi tersebut melengkapi trofi-trofi yang sudah ia berikan untuk klubnya saat masih menjadi salah satu gelandang terhebat yang di Eropa bertahun-tahun yang lalu. Saat itu, ia mmapu menyumbangkan enam gelar La Liga, dua Copa del Rey, satu Piala Champions, dan beberapa trofi lainnya.

Tetapi yang membuat Guardiola lebih istimewa bukanlah raihan trofi-trofinya yang bisa ia raih dalam waktu empat tahun itu. Lebih dari itu, Guardiola adalah penyempurna tiki-taka, permainan ala Barca yang kini melegenda. Ia lah yang menjadi otak di balik permainan indah yang disebut banyak pihak sebagai yang terbaik yang pernah ada itu. Well, gaya tiki-taka memang telah dimiliki oleh Barcelona sampai era Frank Rijkaard yang saat itu masih mengandalkan Ronaldinho sebagai bintang utamanya. Namun tiki-taka tak pernah seindah dan seefektif setelah mendapatkan sentuhan Guardiola, dan itulah kenyataannya."Barca-nya Guardiola adalah versi penyempurnaan dari Barca-nya Rijkaard. Kami memulai sesuatu dan Guardiola memperbaikinya," aku Henk ten Cate, mantan asisten Rijkaard di Barca pada tahun 2003-2006.

Ia pula lah yang kembali memperkenalkan "false-9". Ia berani menggeser Lionel Messi yang dulu kita kenal sebagai pemain sayap berbakat asal Argentina menjadi seorang striker yang bebas bergerak kesana-kemari sesuai kemauan hatinya. Di saat semua orang mengira Francesc Fabregas akan diposisikan sebagai pelapis Xavi Hernandez, Guardiola secara mengejutkan berani menempatkan eks kapten Arsenal tersebut sebagai salah satu pemain depan. Batasan antara gelandang serang, penyerang, pemain sayap seperti dilebur seenaknya oleh Guardiola. Kini, siapa yang masih berani menyebut Fabregas sebagai gelandang tengah? Atau Messi sebagai pemain sayap? Orang pun mungkin akan kesulitan mendefinisikan posisi Pedro Rodriguez di Barcelona. Itu semua hasil karya Guardiola, dan ia membuktikan segala yang berani ia lakukan ternyata berhasil dan efektif. Ngomong-ngomong, ada yang pernah mengira bahwa Guardiola berani keluar dari pakem dan menggunakan formasi 3-4-3 di awal musim ini dan berhasil?Guardiola adalah legenda. Tak hanya bagi Barca, tapi juga bagi dunia sepakbola. Jangan pernah heran apabila 20 tahun lagi Anda masih mendengar pembicaraan mengenai tiki-taka ala Barcelona di era Guardiola.

Dan kita semua akan kehilangan sang legenda di akhir musim ini.

Tito Vilanova: Tepat Atau Nekat?Setelah begitu banyak berita yang mengatakan bahwa ada kemungkinan Barcelona akan membajak Marcelo Bielsa dari Athletic Bilbao, Direktur Olahraga Barca, Andoni Zubizarreta, mengungkapkan bahwa pengganti Guardiola untuk musim depan sudah ditetapkan dan orang itu tak lain adalah asisten Pep sendiri, Tito Vilanova. Ada yang masih ingat dengan insiden colok-mencolok mata ala Jose Mourinho berbulan-bulan yang lalu? Yah, korbannya tak lain dan tak bukan adalah si calon pelatih Barcelona ini.Barcelona adalah tim besar dengan uang yang begitu banyak, dan masih ada begitu banyak pelatih yang juga memiliki strategi menyerang dan bisa direkrut dengan mudah oleh mereka, sebut saja Bielsa atau eks calon The Next Mourinho yang gagal, Andre Villas-Boas. Lalu, mengapa Barca malah memilih Vilanova, yang tak pernah memiliki sejarah menjadi pelatih di tim manapun? Bahkan Guardiola sendiri meski tak pernah memiliki catatan mentereng sebelum menjadi pelatih Barca, ia sebelumnya adalah pelatih Barcelona B.

Jawabannya adalah: demi mempertahankan filosofi. Dan demi kontinuitas. Penunjukkan Vilanova merupakan usaha nyata dari Barcelona untuk mengabadikan dan meneruskan filosofi yang telah ditanamkan oleh Guardiola pada Blaugrana.

Vilanova adalah sosok yang amat mengenal Guardiola. Keduanya sama-sama bermain bersama di La Masia saat masih muda dulu. Bedanya, Guardiola meraih sukses, sementara Tito hanya bisa berpetualang di klub-klub semenjana di Spanyol. Setelah bertahun-tahun berpisah, keduanya kembali bekerja sama di Barcelona B. Vilanova kembali ke Catalan dan menjadi asisten Guardiola mulai musim panas tahun 2007.Sejak saat itu, keduanya tak terpisahkan. Setelah naik pangkat ke tim utama, Guardiola pun ikut membawa Vilanova untuk kembali menjadi asistennya di sana. Jika ada orang yang amat memahami jalan pikiran Guardiola? Mungkin Vilanova adalah orangnya. Jika ada orang yang amat mengerti filosofi Barcelona ala Guardiola? Mungkin Vilanova adalah orangnya. Dan apabila ada daftar orang yang amat mengenal seluruh pemain Barcelona, begitu pula dengan para pemain mudanya, Vilanova bisa jadi berada di puncak daftar tersebut!

Jelas, alasan Barcelona dalam memilih pelatih baru mereka amatlah logis. Vilanova diharapkan bisa bertindak secara sempurna untuk meneruskan kerja Guardiola. Ia diharapkan akan mempertahankan filosofi ala Guardiola, meski tentu dibumbui sentuhan khasnya sendiri yang saat ini belum kita ketahui. Vilanova juga bukanlah sosok yang asing dengan para pemain Barca, ia dipastikan amat mengenal mereka semua, mulai dari kepribadian hingga kemampuan mereka. Hal-hal tersebut merupakan aspek-aspek positif yang mendukung Vilanova, yang tak mungkin dimiliki oleh Bielsa atau Villas-Boas, sehebat apapun keduanya. Logis, bukan?Barcelona mungkin tak ingin menjadi klub yang dengan cerobohnya merekrut pelatih terkenal, yang akan membawa gaya, filosofi, dan idealismenya sendiri yang akan merusak filosofi Barca yang sudah tertata apik itu, dan belum tentu bisa meraih sukses juga. Yah, ada banyak contoh mengenai kasus seperti itu kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar